Logo
Memuat data pasar...

Bahaya Sleep Apnea, Kenali Gejala dan Risiko bagi Jantung

Bahaya Sleep Apnea, Kenali Gejala dan Risiko bagi Jantung

Dengkuran disertai jeda napas perlu diwaspadai sebagai gejala sleep apnea.

Deli Serdang, HunterXNews — Mendengkur keras disertai napas terhenti saat tidur perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda sleep apnea, gangguan pernapasan yang berisiko mengganggu kesehatan jantung apabila tidak ditangani.

Merujuk informasi National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) yang dirangkum pada Minggu (27/09/2026), sleep apnea menyebabkan napas berhenti dan kembali berulang kali selama tidur. Akibatnya, tubuh dapat kekurangan oksigen dan kualitas istirahat menurun.

Jenis paling umum adalah obstructive sleep apnea (OSA), yaitu penyumbatan berulang pada saluran napas bagian atas saat tidur. Obesitas dan pembesaran amandel termasuk faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Gejala yang perlu diperhatikan meliputi dengkuran keras, napas terputus-putus, serta terengah-engah saat tidur. Penderitanya juga dapat mengalami mulut kering, sakit kepala, kelelahan, dan kantuk berlebihan pada siang hari.

Gangguan napas tersebut sering kali lebih dahulu disadari pasangan atau anggota keluarga karena terjadi ketika penderita sedang terlelap.

Jika dibiarkan, sleep apnea dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan, gangguan irama jantung, serangan jantung, hingga stroke. Penurunan kadar oksigen dan tidur yang terus terganggu menjadi bagian dari penyebab meningkatnya risiko kesehatan tersebut.

Dampaknya juga terasa dalam aktivitas sehari-hari. Konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan dapat menurun. Kantuk saat mengemudi turut meningkatkan risiko kecelakaan sehingga berkendara ketika mengantuk atau kelelahan perlu dihindari.

Pemeriksaan dokter diperlukan apabila muncul gejala yang mengarah pada sleep apnea. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tidur atau sleep study.

Penanganannya disesuaikan dengan kondisi pasien, termasuk perubahan kebiasaan sehari-hari, penggunaan alat bantu pernapasan CPAP, atau alat khusus di mulut. CPAP memberikan tekanan udara untuk menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur.

Menjaga berat badan sehat, rutin beraktivitas fisik, berhenti merokok, serta membatasi alkohol dapat membantu penanganan. Langkah tersebut perlu disertai terapi sesuai hasil pemeriksaan dokter.(ds1)

Link berhasil disalin!
+