Jakarta, HunterXNews — PTPN IV PalmCo memanfaatkan teknologi GeoPalm Dashboard untuk memperkuat pemantauan dan penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan.
Teknologi tersebut mengintegrasikan data satelit, informasi geospasial, dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi serta memantau titik panas melalui fitur Fire Hotspot.
Saat terdeteksi titik panas, informasi tersebut menjadi indikator awal yang kemudian diverifikasi petugas di lapangan. Jika ditemukan kebakaran, perkembangan penanganannya dapat diperbarui melalui sistem sehingga lokasi dan status tindak lanjut dapat dipantau secara terpusat.
Saat ini, wilayah operasional PalmCo di Kalimantan mencakup 12 kabupaten/kota yang tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, pemanfaatan teknologi harus berjalan seiring dengan kesiapan sumber daya manusia dan operasional di lapangan.
“Teknologi seperti pemetaan geospasial, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan atau AI kami manfaatkan untuk mendorong efisiensi produksi sekaligus menekan potensi kehilangan hasil,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, PalmCo mengelola areal perkebunan lebih dari 600.000 hektare dengan sekitar 70.000 karyawan. Skala tersebut membutuhkan sistem pengendalian yang mampu menyediakan informasi secara cepat, terukur dan berbasis data.
GeoPalm Dashboard merupakan bagian dari ekosistem digital PalmCo. Selain mendukung pemantauan karhutla, teknologi digital juga dimanfaatkan untuk pengawasan produksi, pemantauan hama dan penyakit tanaman, pemupukan hingga kondisi infrastruktur.
GeoPalm Dashboard melengkapi sejumlah platform digital PalmCo lainnya, seperti PalmCo Business Cockpit, Agroview, D-Farm dan Intank.
Jatmiko menegaskan, teknologi digital tidak menggantikan peran petugas lapangan. Data menjadi pendukung pengambilan keputusan, sementara proses verifikasi, patroli dan penanganan tetap dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi.
“Ke depan, integrasi teknologi, data, SDM dan infrastruktur diharapkan semakin memperkuat kemampuan PTPN IV PalmCo dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla secara efektif, adaptif, transparan dan berkelanjutan,” katanya.(t1)