Medan, HunterXNews – Pemko Medan tengah mengembangkan layanan publik melalui WhatsApp berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini dirancang agar warga cukup menyampaikan kebutuhan lewat percakapan tanpa harus mengetahui perangkat daerah yang menangani urusannya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Medan Arrahmaan Pane mengatakan, pengembangan tersebut menindaklanjuti arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan.
“Konsep pemerintahan digital ini adalah penggabungan, integrasi seluruh aplikasi. Jadi warga tidak perlu lagi bertanya, kantor mana yang harus didatangi,” kata Arrahmaan dalam talkshow “Literasi Digital dan Pemanfaatan AI” di Universitas Harapan Medan, Jumat (2/10/2026).
Melalui sistem yang sedang dikembangkan, AI akan memahami pertanyaan warga, mengarahkan ke layanan yang sesuai, lalu menghubungkan permintaan dengan perangkat daerah terkait.
Salah satu contohnya adalah layanan pendaftaran magang. Mahasiswa nantinya dapat mengajukan permohonan melalui WhatsApp untuk diproses hingga memperoleh surat rekomendasi bagi perangkat daerah tujuan.
Arrahmaan menekankan, keberhasilan layanan tersebut bergantung pada ketersediaan data yang akurat. Pemko Medan perlu menghimpun dan memvalidasi informasi dari 30 organisasi perangkat daerah serta 21 kecamatan.
“Yang diperlukan untuk membangun AI adalah data yang besar dan valid,” ujarnya.
Selain akurasi, keamanan sistem dan perlindungan data pribadi menjadi perhatian. Arrahmaan menyebut Diskominfo Medan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pengamanan sistem serta pusat data pemerintah.
Ia menegaskan, manusia tetap dibutuhkan untuk memastikan ketepatan informasi, etika, dan pertanggungjawaban layanan publik.
“Semakin digital, semakin besar tanggung jawab kita,” katanya.(m1)