Deli Serdang, HunterXNews — Tren gaya hidup 2026 menunjukkan perubahan menarik. Di tengah kehidupan digital yang semakin terkoneksi, masyarakat mulai mencari keseimbangan antara teknologi, pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan nyata.
Fenomena Joy of Missing Out (JOMO) semakin dikenal sebagai pilihan untuk tidak selalu mengikuti tren atau aktivitas orang lain. Berbeda dengan Fear of Missing Out (FOMO), JOMO menekankan kepuasan menikmati waktu untuk diri sendiri, beristirahat, dan menjalani pengalaman yang lebih bermakna.
Sejumlah kajian tren konsumen global 2026 juga menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap wellbeing, hubungan sosial, pengalaman bermakna, dan kehidupan yang lebih sederhana.
Penggunaan media sosial dan teknologi telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, kelelahan digital atau digital fatigue ikut mendorong munculnya kebiasaan baru, seperti mengurangi waktu di media sosial, berjalan kaki tanpa ponsel, membaca, berolahraga, menikmati waktu bersama keluarga hingga melakukan digital detox.
Di Indonesia, perhatian terhadap wellness juga semakin kuat. Survei PwC Voice of the Consumer 2026 mencatat kesehatan jangka panjang, pengurangan stres, kesehatan mental, dan aktivitas fisik menjadi perhatian penting konsumen.
Menariknya, teknologi tidak sepenuhnya ditinggalkan. Aplikasi kesehatan, perangkat wearable, hingga kecerdasan buatan (AI) justru dimanfaatkan untuk mendukung pola hidup yang lebih sehat dan efisien.
Perkembangan AI membuat aktivitas bekerja, belajar, berbelanja, dan mencari informasi menjadi semakin cepat. Namun, tren lifestyle 2026 menunjukkan bahwa kemajuan teknologi juga diikuti kebutuhan untuk menentukan kapan teknologi digunakan dan kapan harus berhenti.
JOMO bukan berarti meninggalkan dunia digital. Konsep ini lebih dekat dengan intentional living, yakni memilih secara sadar aktivitas yang benar-benar memberikan manfaat dan makna.
Pada akhirnya, gaya hidup modern tidak hanya soal kesibukan atau seberapa sering seseorang tampil di media sosial. Waktu untuk diri sendiri, hubungan yang bermakna, kesehatan tubuh, pikiran yang tenang, dan kemampuan menikmati hidup menjadi bagian penting dari keseimbangan hidup di era digital.(hanter)