Koleksi Museum La Galigo dan Museum Karaeng Pattingalloang dipamerkan dalam kegiatan Museum Masuk Mall di Mall Panakkukang, Makassar.
Makassar, HunterXNews — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Sulsel menghadirkan Museum Masuk Mall di Mall Panakkukang, Makassar, 15–20 Agustus 2026.
Memasuki tahun ketiga, kegiatan ini menjadi upaya mendekatkan museum kepada masyarakat sekaligus mengenalkan sejarah dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan di ruang publik.
Museum Karaeng Pattingalloang dan Museum La Galigo membawa beragam koleksi bersejarah. Pengunjung dapat melihat naskah kuno I La Galigo, Al-Qur’an tulisan tangan, Songkok Recca, hingga mata uang Kerajaan Gowa-Tallo abad ke-16–17 seperti Kupa dan Sudanga.
Sejumlah benda pusaka turut dipamerkan, di antaranya Mata Lembing, Peluru Meriam, Selempang Pulaweng, serta batu bata bermotif tapak kaki hewan.
Tak hanya pameran, pengunjung juga diajak mengikuti berbagai kegiatan interaktif, seperti peragaan busana bertema budaya, lomba mewarnai, permainan tradisional dalam rangka memeriahkan kemerdekaan, hingga talkshow sejarah.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Disbudpar Sulsel, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel, dan Manajemen Mall Panakkukang. Kepala Disbudpar Sulsel Andi Mirna mengatakan, Museum Masuk Mall dirancang untuk menjangkau masyarakat yang belum berkesempatan datang langsung ke museum.
“Ini untuk mendekatkan museum dengan masyarakat. Jadi masyarakat yang sedang di mal berbelanja bisa sekaligus melihat dan mengetahui koleksi museum,” ujar Andi Mirna.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya Sulsel, terutama bagi generasi muda. Ia berharap kolaborasi lintas pihak dapat terus dikembangkan untuk memperkuat sektor kebudayaan dan kepariwisataan.
Ketua DWP Sulsel Melani Simon Jufri turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai Museum Masuk Mall menjadi bentuk kreatif dalam menumbuhkan kesadaran sejarah dan kecintaan terhadap warisan budaya.
“Kami sangat mendukung upaya pelestarian budaya melalui kegiatan kreatif seperti ini,” ujarnya.Berakhirnya Museum Masuk Mall diharapkan tidak menghentikan semangat memperkenalkan museum kepada masyarakat.
Kehadiran koleksi sejarah di pusat perbelanjaan menjadi alternatif edukasi yang membuat warisan budaya Sulsel lebih dekat, mudah dilihat, dan menarik bagi berbagai kalangan.






