Bobby Nasution meninjau rumah warga terdampak puting beliung di Medan Johor.
Medan, HunterXNews — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung di Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, akan dibangun kembali secara menyeluruh oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Kepastian itu disampaikan Bobby saat meninjau lokasi bencana di kawasan Kanal, Kelurahan Suka Maju, Jumat (21/8/2026). Bobby menegaskan, bantuan untuk korban bencana harus diberikan hingga kebutuhan perbaikan rumah benar-benar selesai.
Menurutnya, warga yang sudah tertimpa musibah tidak seharusnya kembali dibebani biaya untuk menutupi kekurangan material. “Kalau bantuan musibah harus selesai. Jangan warga sudah kena musibah masih harus beli lagi kekurangannya. Yang rusak kita bangun, yang hancur kita bangun baru,” kata Bobby.
Saat berada di lokasi, Bobby menemukan sejumlah rumah sebelumnya telah menerima bantuan material, namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan perbaikan.
Pemprov Sumut kemudian mengambil alih penanganan untuk memastikan rumah warga yang mengalami kerusakan berat maupun kehilangan atap dapat diperbaiki secara tuntas.
Bobby juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pola penyaluran bantuan kebencanaan. Ia membedakan bantuan musibah dengan bantuan stimulan reguler yang hanya membantu sebagian kebutuhan masyarakat.
“Kalau bantuan reguler bisa sifatnya stimulan. Tapi kalau bantuan musibah harus bisa selesai semuanya,” ujarnya.
Sebelumnya, angin puting beliung menerjang Kelurahan Suka Maju dan Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Berdasarkan data BPBD Sumut, sebanyak 167 unit rumah terdampak bencana tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Bobby melihat langsung kondisi rumah warga, berdialog dengan korban, menyerahkan bantuan material bangunan, serta menyalurkan bantuan sembako.
Langkah Pemprov Sumut ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan warga terdampak sekaligus memastikan korban bencana dapat kembali menempati rumah dengan kondisi yang layak.






