Mobil keluar jalur dan menabrak penonton dalam ajang drag race di Kotamobagu.
Kotamobagu, HunterXNews — Kasus kecelakaan maut dalam ajang Tidar Drag Race Championship 2026 di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang menewaskan delapan orang, kini diambil alih Polda Sulawesi Utara (Sulut) dari Polres Kotamobagu.
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan, pengambilalihan dilakukan untuk memastikan proses penyidikan berjalan terbuka, profesional dan akuntabel.“Saya akan menarik kasus ini supaya kita akan lebih terbuka, akuntabilitas penegakan hukum akan kita laksanakan,” kata Roycke kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Polda Sulut kini mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk mekanisme perlombaan, pihak penyelenggara, prosedur keselamatan, hingga kemungkinan adanya kelalaian yang menyebabkan kecelakaan.Sejumlah pihak telah diperiksa, termasuk pembalap dan pihak penyelenggara.
Sedikitnya lima orang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.“Semua pihak kita periksa. Kita akan lihat alurnya, pihak penyelenggara, siapa, apa potensi yang ada di situ, mekanisme diikuti atau tidak. Ini masih berproses,” ujar Roycke.Kapolda menegaskan, pihak yang diperiksa belum dapat langsung dinyatakan bersalah.
Penyidik masih mengumpulkan bukti dan akan menetapkan tersangka apabila ditemukan unsur pidana yang cukup.“Semua bisa berpotensi, tapi kita tidak bisa mengabaikan praduga tak bersalah,” tegasnya.Kecelakaan maut terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 16.00 Wita di Kelurahan Ipai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung, pembalap tim Pangeran 05 McJoe, mengalami kecelakaan setelah melewati garis finis pada kelas Free For All (FFA).Mobil tersebut kemudian memasuki zona pengereman sepanjang sekitar 100 meter. Namun, kendaraan mengalami crash, keluar jalur dan menghantam sejumlah penonton yang berada di sisi arena.
Dalam ajang tersebut tercatat 590 starter sepeda motor dan 337 starter mobil.Pasca-insiden, perlombaan langsung dihentikan. Para korban dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, sementara kendaraan yang terlibat diamankan polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Ketua panitia drag race, Lucky Sugeha, turut mendatangi korban yang menjalani perawatan. Ia menyatakan bertanggung jawab atas musibah tersebut dan memastikan biaya pengobatan para korban ditanggung sepenuhnya.Kini, penyidikan berada di tangan Polda Sulut.
Aparat kepolisian memastikan seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan akan diperiksa secara profesional untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.






